Ringkasan

Laba kas per bulan

jt = juta rupiah

Pendapatan − biaya operasional tiap bulan, sebelum CAPEX dan pembayaran ke investor. Hijau = positif, merah = negatif. Sumbu bawah = bulan ke-.

Kas usaha kumulatif

M = miliar rupiah

Garis tebal = uang masuk dikurangi uang keluar dan CAPEX, dijumlahkan bulan demi bulan, tanpa dana investor: turun sampai dana investor dibutuhkan, lalu naik. Garis putus tipis = kas milik usaha, yaitu kas yang tersisa sesudah bagian untuk investor (sumber reinvestasi). Garis tegak menandai titik terendah dan bulan investor lunas. Sumbu bawah = bulan ke-.

Jadwal gelombang

bulan ke-

Tabel simulasi

Rp
Investor tidak ikut menentukan hitungan usaha: uang masuk, uang keluar, penyusutan, dan laba kas dihitung dari asumsi usaha saja. Satu investor gabungan dibukukan di atasnya (tab Pendanaan): kas milik usaha dipakai lebih dulu, kekurangannya ditarik dari investor (jadi dana yang dibutuhkan = kekurangan kas terdalam setelah CAPEX), dan kas yang positif tiap bulan membayar investor sebesar bagian kas bebas yang Anda atur — bunga dulu, lalu pokok; bunga per tahun dihitung atas sisa pokok, tanpa bunga atas bunga. Sisanya menjadi kas milik usaha. “Investor lunas” berarti pokok + bunga sudah dibayar dan tidak ada tarikan lagi; itu berbeda dari balik modal tanpa bunga, yaitu saat kas usaha kumulatif setelah CAPEX kembali ke nol (garis tebal di grafik). Kalau laba kas negatif, kekurangannya ditarik dari investor — itu risiko nyata usaha, bukan kesalahan perhitungan.

Pertumbuhan induk (bawaan mati): kalau diaktifkan, induk ditambah bertahap — paling banyak satu batch kecil per bulan (bawaan 2 ekor), bersama kandang tambahannya — dibeli dari kas milik usaha, bukan dari tarikan dana investor. Batch dibeli hanya bila kas setelah membeli, dan sepanjang 12 bulan ke depan (uang keluar, pakan induk baru, pembayaran ke investor, dan panen tambahan sudah dihitung), tidak turun di bawah kas minimal yang disisakan (bawaan 1 bulan uang keluar; isi 0 kalau kas boleh turun sampai hampir nol) dan tanpa tarikan investor. Karena kas milik usaha hanya terisi dari bagian kas yang bukan jatah investor, dengan bagian kas untuk investor 100% ekspansi baru mulai setelah investor lunas; turunkan bagian itu di tab Pendanaan kalau ingin tumbuh lebih awal. Gelombang yang panennya menyebar butuh cadangan kas lebih kecil, jadi bisa tumbuh lebih awal daripada yang serempak. Ditahan di angka kapasitas maksimum yang Anda atur, supaya tidak membesar tanpa batas — sesuaikan dengan batas lahan/kandang/tenaga kerja/daya serap pasar Anda yang sebenarnya. Bila sisa kapasitas lebih kecil dari satu batch, batch terakhir dipotong sebesar sisanya, jadi jumlah induk berhenti tepat di angka itu. Keterangan di grafik menunjukkan induk yang sudah aktif, total induk yang sudah direncanakan (termasuk batch baru yang masuk bergelombang mulai bulan depan), dan kapasitas maksimumnya. Setelah kapasitas penuh, kas menumpuk tanpa ekspansi lagi. Induk baru ikut masuk bergelombang mulai bulan berikutnya, jadi baru panen 5 bulan kemudian (sementara sudah makan pakan). Biaya obat/tenaga kerja tetap sama meski induk bertambah — kalau jumlah induk Anda jauh lebih besar, asumsi ini sebaiknya ditinjau ulang.

Induk bergelombang: induk tidak dikawinkan bersamaan. Rencana induk dibagi ke beberapa gelombang (mis. 20 induk, 6 gelombang: 4-4-3-3-3-3, satu gelombang tiap bulan) supaya tiap bulan ada induk yang melahirkan dan ada pendapatan. Nifas satu induk tertutup oleh induk lain yang sedang bunting, menyusui, atau melahirkan. Tiap gelombang menjalani siklus 182 hari: bunting 114, menyusui 42, nifas & kawin ulang 26 hari; anakan dijual saat sapih (bulan ke-6 sejak gelombang masuk). Semua kandang dan sewa tanah dibangun/dibayar di bulan 1, sedangkan induk dibeli per gelombang saat masuk (dana induk + penjantan dibayar bersama gelombangnya), dan induk yang belum masuk belum dipelihara sehingga belum kena pakan. Penjantannya sendiri sudah ada sejak bulan 1; yang dibagi per gelombang hanya pembayarannya. Pilih “1 gelombang (serempak)” untuk panen sekali tiap 6 bulan: kas usaha jadi bergerigi dan dana yang dibutuhkan lebih besar. Gunakan tampilan tabel “Per 6 bulan” untuk melihat per siklus. Kandang menyusui dihitung dari puncak pemakaian: jumlah induk yang menyusui bersamaan paling banyak (tiap gelombang menempati kandang 42 hari sejak melahirkan). Serempak butuh sebanyak induknya (20 induk = 20 kandang); 6 gelombang bulanan cukup untuk dua gelombang yang bertetangga (20 induk = 8 kandang), jadi CAPEX kandang ikut lebih kecil.